TUGAS FOTOGRAFI

 "TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR"

(FOREGROUND, BACKGROUND, NOSEROOM, SHUTTER SPEED)

Dosen Pengampu : Bapak Delfan Eko Putra, S, Ikom., M.Ikom

Nama        : Hapsha Salsabila Bakri

Npm         : D1E020080

Karya fotografi dengan komposisi :

FOREGROUND


Foreground dalam bahasa Indonesia berarti latar depan, jadi kebalikannya dari background. Jika background terlihat dibagian belakang dari objek utama, maka foreground sudah pasti berada dibagian depan objek. Ya, dibagian depan dan penempatannya sebenanrya bisa cukup menarik namun banyak fotografer yang enggan menempatkan foreground. Sebagai contoh foreground adalah ketika Anda memotret manusia ditaman, dengan latar belakang tumbuh-tumbuhan namun didepan objek terdapat tumbuhan lagi meski tidak sampai menutupi objek utama. Itulah yang disebut foreground. Terkadang foreground sering terlihat pada jenis foto tertentu seperti foto landscape, arsitektur bahkan modeling.

BACKGROUND



Background dalam bahasa Indonesia berarti latar belakang. Dalam sebuah foto dipastikan memiliki sebuah latar belakang dari objek utama. Sebagai contoh Anda memotret seseorang wanita diperkebunan, maka yang menjadi background adalah area perkebunan, atau apa saja yang terlihat dibelakang objek utama. Banyak orang memanfaatkan background untuk menunjukan dimana mereka berada, semisal ketika sedang berwisata atau mengunjungi tempat menarik. Background mengindikasikan bahwa seseorang pernah berada ditempat tertentu, berada didekat tempat tertentu maupun melihat tempat tertentu. Sebuah foto kehilangan background ketika objek yang di adalah elemen yang datar (flat) seperti dinding, memotret tanah dari atas, dan segala objek yang tidak memungkinkan adanya latar belakang.

NOSEROOM

Nose Room adalah ruang yang diperlukan ketika seseorang melihat atau menunjuk pada suatu arah tertentu. Pada saat seseorang melihat atau menunjuk, maka ruang kosong harus tersedia pada arah yang dimaksud. tanpa Nose Room, gambar akan tampak aneh dan tidak seimbang.

SPEED DIATAS 1/120

Shutter speed merupakan salah satu kontrol penting yang mendasar pada kamera. shutter speed mengatur lama waktunya diafragma/rana terbuka. Dengan kata lain mengatur lama waktunya sensor digital atau film terkena cahaya. Shutter speed diukur dalam detik dan settingnya adalah kelipatan 2. Misalnya sebagai berikut : 1/2000 detik (sangat cepat), 1/1000, 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30, 1/15, 1/8, 1/4, 1/2, 1, 2, 4 dan 8 detik (sangat lambat). Bahkan kamera modern sekarang shutter speed ada yang sangat lambat sampai 30 detik dan ada juga fitur bulb yaitu rana akan terbuka terus sesuai kemauan kita (membuka dan menutup secara manual). Selain itu juga dilengkapi fitur pilihan 1/2 atau 1/3 stop sehingga memungkinkan kita untuk merapatkan setiap kenaikan shutter speed.












Komentar